Selasa, 02 Desember 2014

POTRET


Bangsa ini di bangun oleh jutaan kubik keringat kaum tani dan buruh, bukan kata kata yang keluar dari mulut orang orang pintar yang berbicara dalam ruang seminar, bukan pula di bangun oleh teori teori tanpa aksi. Enam puluh sembilan tahun bangsa ini menyatakan sebagai bangsa yang merdeka, lepas dari belenggu jajahan kolonialisme. Namun apakah sebuah kalimat Merdeka akan benar benar memerdekakan segala nya?

Buruh yang bekerja 8 jam sehari bahkan terkadang lebih hanya bisa membeku dalam industri industri kapitalisme di dalam pabrik. Pergi pagi pulang senja, bak tentara yang berbaris kalah perang, itulah potret yang ku saksikan sewaktu jam pulang kerja sore hari di depan sebuah pabrik. Petani yang menggarap lahan nya dari terbit matahari hingga terbenam terkadang sulit untuk menikmati keringat nya sendiri. Petani tebu yang tatkala hidup nya tak semanis tanaman nya hanya mencicipi asin nya keringat dan gatal nya ilalang yang menyentuh tuubuh nya. Kuli kuli pembangunan yang membangun jalan raya pagi hingga malam, gedung gedung bertingkat, ruko ruko, tenaga nya di hisap, sari patih nya terampas oleh laju pembangunan, lalu mereka menikamati ampas ampas dari pembangunan.

Sewaktu malam berjalan, pergilah kearah reruntuhan bangunan bangunan tua di tengah kota, di sana akan kau temukan orang orang tak beralamat tengah tidur berbaris di emperan toko, menempel di toko toko cina, bak parasit yang menempel di batang kayu akasia. Di saksikan ratusan pasang mata yang berlalu lalang di jalanan, mereka mengelus dada sambil berpesta di antara kemiskinan. Realitakah? Ya, ini sebuah realita, bukan fiksi yang lahir dari imajinasi fantasi.

Pergilah kearah pinggiran sungai, di sana akan kau temukan dasar sungai dari kotoran kotoran sampah,rumah rumah miring yang hampir roboh, anak anak yang mandi bersama limbah industri tertawa riang sambil menggaruk koreng. Tua muda duduk bersilah di depan meja, sambil bermain kartu dan berdiskusi tentang nasib mereka, lalu pergilah ke jalan raya di tengah kota, di sana pemandangan mu akan di hiasi oleh papan papan reklame atau orang orang yang sibuk menawarkan diri menjadi nabi. Toko toko, swalayan, dan restoran mahal berjubel menawarkan rasa dalam benak mu. Pasar pasar tradisional kian hari kian terhimpit, kaki lima pinggir jalan setia menunggu serdadu serdadu militan milik Pemerintah kota, menunggu penggusuran, tergusur dan lalu kembali datang (Sebab tak ada ruang menjajakan dagang) dan di tiap tiap persimpangan jalan akan kau temukan aktor aktor pemain sandiwara kemiskinan terbaik, menjulangkan tangan meminta hiba pengendara, suara suara fals berkerumun menjadi kesatuan, petikan gitar dan kericikan tamborin di andalkan untuk makan. Realitakah? Ya, ini sebuah realita, bukan fiktif dan naif yang penuh noda khayalan.

Mungkin kemerdekaan nyata akan kau dapatkan setelah kau temukan hasil dari perjuangan mu. Bukan dari sebuah khayalan yang kau ciptakan menjelang tidur malam.
read more

Jumat, 21 Februari 2014

"Sajak Untuk Sebuah Nama (Munir)"

Belum usai pagi engkau sudah pergi
kami masih terbenam mimpi-mimpi
tak sempat antarkan kau menuju dermaga baka.

Sempat bertanya kepada angin: "Secepat ini kau pergi tinggalkan misteri dalam bathin kami?"

Belum lagi usai perjuangan,
belum lagi habis kesaksian,
kau tinggalkan kami dengan beraneka tanya dalam benak.

Keberanian mu telah merobohkan gardu istana
membuat riuh suasana dalam diri penguasa
kecemasan yang datang dari meja kekuasaan
menikam keadilan dengan alasan kedamaian.

Apalah arti sebuah kedamaian, bila kebenaran hanya menjadi buih-buih ombak di tengah samudera?
Apalah arti sebuah kesaksian, bila mulut tak sempat bicara seusai hujan peluru berpesta di jalan raya?
Apalah arti hukum dan hak asasi, jika hanya menjadi permainan segelintir orang?

Ya !
kami bertanya-tanya,
pada gelap negeri dan bathin kami sendiri
mengapa kebenaran dan keadilan hanya menjadi teriakan-teriakan bisu di gardu istana?
sedang kini kami masih bergerilya
mencari kebenaran yang terkubur tanpa nisan
sedang kini kami masih bernyanyi dengan nada sumbang
di samping makam keadilan.

Jaman apa yang kita bangun kini,
jika hukum hanya menjadi bendera bendera pajangan
jika siapa saja boleh membeli hukum tanpa kebenaran
dan jika siapa saja bisa menjadi Tuhan bagi hukum itu sendiri.

Hukum dan hak asasi harusnya berlantaikan kebenaran dan akal sehat,
Hukum dan hak asasi harusnya berhakikat pada keadilan.

Kini...
kini kami sudah terbangun
dan bergegas untuk berdiri pada barisan depan
menjadi tombak untuk membunuh kepalsuan 
menggali makam misteri mu
agar sejarah mencatat
bahwa dulu ada kebenaran yang sangat di takuti oleh penguasa.

Demokrasi apa yang di bangun dalam negeri ini?

Kini kami telah membentuk sebuah barisan tanpa nama
saling merangkul dan bersuara satu:
"Hanya pada nya yang ingkar demokrasi, ingkar keadilan, kutukan kami mengibiri nya setiap saat !"







read more

Minggu, 26 Januari 2014

JEMARI YANG SEMPAT RAPUH

Jangan lagi kau buat dirimu tersiksa karena mencintai aku. Jangan lagi kau buang waktumu untuk coba merubah hatiku. Jangan buat diriku terpaksa untuk lebih menyakitimu. Maafkan ku tak bisa membawa cinta kita ke akhir bahagia. Semua cara telah kita coba, tetap tiada bersama membuat kita tersiksa. Mungkin memang tak ada yang salah, tapi kita berbeda dalam melihat cinta. Rasa ini takkan mungkin berdusta, semua ini mungkin berubah. Kali ini memang tak akan terjadi. Tak ada yang pasti meskipun terjadi. Tak ada yang sempurna.

Maliq N D’Essentials - Berbeda


            Bukan hanya kau yang malam ini merenung sendiri di kamar sambil memutar ulang film di kepala dari perjumpaan pertama, berbagi tawa, melihat kembang api yang mengawali kisah kita, hingga kau dan aku tak lagi menjadi kita. Bukan hanya kau yang saat ini hatinya tertusuk sembilu, akupun begitu.
            
Manusia mana yang mampu menentang hati nuraninya sendiri? Seperti itulah aku jatuh cinta padamu, tanpa terduga, tanpa pernah bisa diprediksi. Dari hari pertama kau tersenyum sampai hari terakhir kau (mencoba) tersenyum padaku dengan tangis di pelupuk matamu. Jatuh cinta memang tidak bisa direncanakan. Namun sayangku, sebuah komitmen membutuhkan rencana yang matang. Salah kita berdua, yang mencoba memulai tanpa mau tahu meski kita tahu kita tidak akan bisa benar-benar bersatu. Tapi itulah hati, bertindak semaunya tanpa pernah bisa melibatkan otak dalam bagian dari juridiksi.
            
Aku tidak pernah mempermasalahkan perbedaan asal muasal, kau tahu itu. Aku hanya mempermasalahkan visi dan misi. Tanpa ada mimpi yang sama, apa artinya kau dan aku? Sama saja kita hanya menjalin kisah ini bagai pengidap kanker, membuat kita bertahan se-lama mungkin dengan harapan palsu sebagai obat, tapi akhirnya kita berdua tahu kisah yang kau dan aku punya akan mati. Visi dan misi sayangku, itulah yang terpenting untukku. Karena bagiku, visi dan misi adalah pesawat yang kita berdua naiki. Kau bukan penumpangku, begitupun denganku, aku bukan penumpangmu. Aku adalah pilot dan kau adalah co-pilot. Bagaimana bisa kita terbang kalau tujuanku berbeda dengan tujuanmu?
            
Cinta itu memperjuangkan, namun kadang kala kita harus berhenti memaksakan dan mulai menerima bahwa beberapa hal tidak mungkin diubah. Aku takkan memintamu menjadi apa yang aku mau seperti kau tidak pernah memintaku menjadi apa yang kau inginkan. Biarlah kau dan aku menjadi mengagumkan dengan cara kita sendiri-sendiri.
            
Menangislah sepuasmu hari ini, salahkan aku, hingga suatu saat nanti kau akan mengerti mengapa kau bisa tiba di satu keputusan yang meretakkan hubungan kita berdua. Kanker memang harus membunuh hubungan ini, tapi jangan khawatir, kau dan aku akan bermetamorfosis menjadi dua personal yang jauh, jauh lebih kuat ketika kita berjalan masing-masing. Jangan lupa untuk kembali berdiri di atas kedua kakimu, dan mulailah untuk berjalan lagi. Nikmati mentari yang menyapu wajahmu, tersenyumlah, syukuri kehidupanmu yang begitu indah meski aku tidak lagi ada di sebelahmu untuk menggenggam jemari yang sempat rapuh itu.
            
Pelajaran kehidupan tak berhenti saat kita berhenti bergandengan, justru sebaliknya.. Kelak akan kau temui lagi hati yang diciptakan untuk bersebelahan denganmu, untuk memberikanmu lebih banyak lagi pengetahuan tentang rasa bahagia. Kau pantas mendapatkan seseorang yang benar-benar ada untukmu, bukan sosok yang tak pernah utuh melindungimu hanya karena hidupnya sendiri belum tertata rapi. Ada banyak mimpi yang harus kau kejar, aku pun kurang lebih sama. Mungkin kita berdua tidak ditakdirkan untuk saling mencintai sebagai sepasang kekasih dan di saat yang sama saling merantai satu sama lain. Mungkin kita berdua hanya diharuskan untuk saling menyayangi sebagai sepasang sahabat dan disaat yang sama saling memberi sayap satu sama lain.

Berbahagialah meski tanpaku..

(Makassar, 3 Januari 2014)

read more

Sabtu, 18 Januari 2014

HARUS NYA...

Harus nya kau lebih mengerti kenapa kepedulian ku masih saja menghamba pada mu..
Harus nya kau lebih memahami kenapa rasa ini masih bergumam dalam darah
dan harus nya kau lebih peka kenapa rindu ini masih memuja pelukan mu..
Tetapi..
Kepedulian ku tak kau lirik
Segala rasa ku tak kau sejukkan dengan senyuman
dan kerinduan ini kau tanam dalam-dalam di taman yang kembang nya berguguran.

Harus nya kau lebih mengerti kenapa aku masih merindukan pelukan mu
Sebab nurani ku pernah merdeka sewaktu senja kemarin kau beristirahat di bahuku..
Harus nya kau lebih tahu tentang sebuah pengorbanan
Sebab aku telah membakar segala sajak-sajak masa lalu yang menjadi belenggu, demi yang ku sebut bahagia untuk mu..
Harus nya kau berfikir dengan segala akal sehat kenapa kita berpisah
sebab aku baru saja menulis irama-irama untuk bekal kita ke masa depan
Harus nya kau memahami bila masih ada yang memohon untuk mencintai mu lagi
sebab mencintai mu bagaikan menghirup udara di lembah pangrango
Harus nya kau bertanya kenapa cinta itu indah?
Sebab di sana lah ku tanam kembang-kembang berwarna warni

Nanti, sewaktu kita bersatu kembali..
Akan aku lukiskan raut wajah mu di hamparan sang awan
agar aku tak melupakan riwayat tentang mu
dan nanti saat kita berkelana kembali
aku akan menjadi nahkoda
sementara kau akan menjadi penumpang yang duduk di belakang kemudi ku
lalu kita berlayar dengan biduk yang kita hias oleh rasa yang kita punya
hingga tiba di pulau seberang dimana mimpi mimpi tak hanya mimpi.
read more

Senin, 13 Januari 2014

IBU


Ibu adalah segalanya, dialah penghibur di dalam kesedihan, pemberi harapan di dalam penderitaan dan pemberi kekuatan di dalam kelemahan. Dialah sumber cinta, belas kasihan, simpati dan pengampunan. Manusia yang kehilangan ibunya berarti kehilangan jiwa sejati yang memeberi berkat dan menjaganya tanpa henti.
          Segala sesuatu di alam ini melukiskan tentang sosok ibu. Matahari adalah ibu dari planet bumi yang memberikan makanannya dengan pancaran panasnya. Matahari tak pernah meninggalkan alam semesta pada malam hari sampai matahari meminta bumi untuk tidur sejenak di dalam nyanyian lautan dan himne burung-burung dan anak-anak sungai. Dan bumi ini adalah ibu dari pepohonan dan bunga-bunga. Bumi menumbuhkannya, menjaganya dan menyapihnya. Pepohonan dan bunga-bunga menjadi ibu yang baik bagi buah-buahan dan biji-bijian. Ibu sebagai bentuk dasar dari seluruh keberadaan yaitu roh kekal yang penuh dengan keindahan dan cinta.
read more

KEHENINGAN

Keheningan utama yang melebihi Alam tidaklah berlalu dari kehidupan yang satu ke kehidupan yang lain dengan ucapan manusia. Kebenaran memilih keheningan untuk menyampaikan maknanya kepada jiwa-jiwa yang mencinta.
Ada sesuatu yang lebih besar dan lebih suci daripada apa yang diucapkan mulut. Keheningan menyinari jiwa kita, berbisik kepada hati kita serta membawa hati dan jiwa kita bersama-sama. Keheningan memisahkan kita dari kita sendiri, menjadikan kita mengarungi cakrawala roh dan menuntun kita lebih dekat dengan Tuhan; Hal ini membuat kita merasakan bahwa raga hanyalah sekedar penjara dan dunia ini hanyalah tempat pengungsian.
read more

Jumat, 10 Januari 2014

CINTA

Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang di berikan Tuhan kepada manusia, sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut dari manusia penuh berkat yang mencinta.
Cinta ada di dalam jiwa sendiri, bukan di dalam raga, dan cinta itu laksana anggur. Cinta membangkitkan diri kita untuk menerima anugerah cinta Ilahi.
Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan dan yang mampu membuka pikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan.

Kemarin aku berdiri di dekat pintu gerbang sebuah tempat ibadah dan saya pun bertanya kepada orang-orang yang lewat. Mereka memiliki pemahaman yang berbeda tentang misteri dan kesucian cinta.
  • Seorang lelaki setengah baya lewat, tubuhnya rapuh wajahnya gelap. Sambil mendesah dia berkata, "Cinta telah membuat suatu kekuatan menjadi lemah, aku mewarisinya dari Manusia Pertama."
  • Seorang pemuda dengan tubuh kuat dan besar lewat. Dengan suara bagai nyanyian dia berkata, "Cinta adalah sebuah ketetapan hati yang ditumbuhkan dariku, yang menghubungkan masa sekarang dengan generasi masa lalu dan generasi yang akan datang."
  • Seorang wanita dengan wajah melankolis lewat, sambil mendesah ia berkata, "Cinta adalah racun mematikan, ular hitam berbisa yang menderita di neraka, terbang melayang dan berputar-putar menembus langit sampai dia jatuh tertutup embun, ia hanya akan di minum oleh roh-roh yang haus. Kemudian mereka akan mabuk untuk beberapa saat, diam selama satu tahun dan mati untuk selamanya."
  • Seorang gadis dengan pipi kemerahan lewat, dengan tersenyum dia berkata, "Cinta itu laksana air mancur yang airnya digunakan oleh pengantin roh untuk  dicurahkan ke dalam roh orang-orang kuat, yang membuat mereka bangkit dalam do'a di antara bintang-bintang di malam hari dan menyandungkan nyanyian-nyanyian pujian di hadapan matahari siang hari."
  • Setelah itu seorang lelaki lewat. Bajunya hitam, janggutnya panjang dengan dahi berkerut dia berkata, "Cinta adalah ketidakpedulian yang buta. Ia bermula dari ujung masa muda dan berakhir pada pangkal masa muda."
  • Seorang lelaki tampan dengan wajah bersinar dan dengan bahagia dia berkata, "Cinta adalah pengetahuan surgawi yang menyalahkan mata kita dengan menunjukkan kepada kita segala sesuatu seperti para dewa melihatnya."
  • Seorang bermata buta lewat, sambil mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke tanah ia berkata sambil menangis, "Cinta adalah kabut tebal yang menyelubungi gambaran keberadaan darinya atau yang membuatnya hanya melihat hantu dari nafsunya yang berkelana di antara batu karang, tuli terhadap suara-suara dari tangisnya sendiri yang menggema di lembah-lembah."
  •  Seorang pemuda dengan membawa sebuah gitar, lewat sambil benyanyi, "Cinta adalah cahaya gaib yang bersinar dari kedalaman kehidupan yang peka dan mencerahkan segala yang ada di sekitarnya. Engkau bisa melihat dunia bagai sebuah arak-arakan yang berjalan melewati padang rumput hijau. Kehidupan adalah bagai sebuah mimpi indah yang di angkat dari kesadaran dan kesadaran."
  • Seorang lelaki dengan badan bungkuk dan kakinya bengkok bagai potongan-potongan kain lewat. Dengan gemetar dia berkata, "Cinta adalah istirahat panjang bagi raga di dalam kesunyian makam, kedamaian bagi jiwa dalam kedalaman keabadian." 
  • Seorang anak kecil berumur lima tahun lewat dan sambil tertawa dia berkata, "Cinta adalah ayahku, cinta adalah ibuku. Hanya ayah dan ibuku yang mengerti tentang cinta." 
Waktu terus berjalan, orang-orang terus-menerus lewat di sekitar tempat ibadah. Masing-masing mempunyai pandangan tersendiri tentang cinta. Semua menyatakan harapan-harapannya dan mengungkapkan misteri-misteri kehidupannya.
Manusia yang tidak dipilih oleh cinta sebagai pengikutnya tidak akan mendengar ketika cinta memanggil-manggil.
Cinta  adalah satu-satunya bunga yang tumbuh dan mekar tanpa bantuan musim-musim.
Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia, sebab cinta membangkitkan roh saat  hukum-hukum kemanusiaan dan fenomena alam tidak dapat mengubah bagiannya.
Cinta lewat di hadapan kita, dihiasi kelembutan hati; tetapi kita lari dari padanya dalam ketakutan atau kita malahan bersembunyi di dalam kegelapan atau kita merenggutnya untuk melakukan perbuatan jahat atas nama cinta.

Cinta yang hadir di antara kenaifan dan kebangkitan anak-anak muda memuaskan cintanya dengan rasa saling memiliki dan cintanya mekar dalam pelukan-pelukan mesra. Tetapi cinta yang lahir dari pangkuan cakrawala dan telah turun bersama-sama dengan rahsia-rahasia malam tidak akan dipuaskan dengan apa pun juga kecuali dengan keabadian dan kehidupan kekal. Cinta tidak berdiri tegak dengan sikap hormat di hadapan apa pun juga, kecuali di hadapan Tuhan.

Apabila kemanusiaan dimaksudkan untuk memimpin arak-arakan cinta menuju dasar alasan ketidaksetiaan, maka di sana cinta akan menolak untuk patuh. Cinta adalah seekor burung jelita yang berharap ditangkap, namun menolak untuk disaakiti.

Kegelapan bisa menyembunyikan pepohonan-pepohona dan bunga-bunga dari pandangan mata. Tetapi kegelapan tidak dapat menyembunyikan cinta dari jiwa.
read more

Rabu, 08 Januari 2014

MELANGKAH TANPAMU

Kau ingat waktu kita berkenalan? Kau ingat saat kita berdua menikmati rintik hujan? Kau ingat saat kita dengan kejamnya di pisahkan oleh jarak? Kau ingat saat kita mencoba bertahan meski tak tahu sampai kapan lagi kita bisa saling menatap? Kau ingat saat kita saling mengingatkan satu sama lain? Kau ingat waktu kita jarang berbincang? Kau ingat saat kita semakin menghilang? Hingga akhirnya aku menerima semua kenyataan yang ada dan memaksa untuk membunuh rasa ini..

Terkadang sesuatu memang bukan di ciptakan untuk di perbaiki, namun untuk di syukuri pernah terjadi. Terus terang, beberapa malam aku masih saja memikirkan tentang cerita kita, dan sungguh aku rindu masa-masa itu. Tapi rindu ku hanya untuk masa lalu, bukan dirimu. Entah mengapa, aku selalu yakin suatu saat nanti kita akan di pertemukan kembali. Namun bukan sebagai pasangan kekasih, melainkan sebagai dua orang yang sudah mendapatkan pendewasaannya masing-masing dan bisa saling berjabat tangan dengan senyuman itu lagi. Senyuman yang membuatku percaya bahwa Tuhan itu ada. Terima kasih semesta..

Akan ada waktunya dalam hidupmu dimana semua hal kecil yang tadinya tidak berarti menjadi begitu mati-matian ingin kau ulangi kembali. Saat gagal, ingatlah.. Bahwa Tuhan memberi kita nafas agar kita bisa berusaha menjadi manusia yang lebih baik lagi. Jangan patah semangat.
read more