Jangan lagi kau buat dirimu tersiksa karena mencintai aku. Jangan lagi kau
buang waktumu untuk coba merubah hatiku. Jangan buat diriku terpaksa untuk
lebih menyakitimu. Maafkan ku tak bisa membawa cinta kita ke akhir bahagia. Semua
cara telah kita coba, tetap tiada bersama membuat kita tersiksa. Mungkin memang
tak ada yang salah, tapi kita berbeda dalam melihat cinta. Rasa ini takkan
mungkin berdusta, semua ini mungkin berubah. Kali ini memang tak akan terjadi.
Tak ada yang pasti meskipun terjadi. Tak ada yang sempurna.
Maliq N D’Essentials - Berbeda
Bukan hanya kau yang malam ini merenung sendiri di kamar sambil
memutar ulang film di kepala dari perjumpaan pertama, berbagi tawa, melihat
kembang api yang mengawali kisah kita, hingga kau dan aku tak lagi menjadi
kita. Bukan hanya kau yang saat ini hatinya tertusuk sembilu, akupun begitu.
Manusia mana yang mampu menentang hati nuraninya sendiri? Seperti itulah aku
jatuh cinta padamu, tanpa terduga, tanpa pernah bisa diprediksi. Dari hari
pertama kau tersenyum sampai hari terakhir kau (mencoba) tersenyum padaku
dengan tangis di pelupuk matamu. Jatuh cinta memang tidak bisa direncanakan.
Namun sayangku, sebuah komitmen membutuhkan rencana yang matang. Salah kita
berdua, yang mencoba memulai tanpa mau tahu meski kita tahu kita tidak akan
bisa benar-benar bersatu. Tapi itulah hati, bertindak semaunya tanpa pernah
bisa melibatkan otak dalam bagian dari juridiksi.
Aku tidak pernah mempermasalahkan perbedaan asal muasal, kau tahu itu. Aku
hanya mempermasalahkan visi dan misi. Tanpa ada mimpi yang sama, apa artinya
kau dan aku? Sama saja kita hanya menjalin kisah ini bagai pengidap kanker,
membuat kita bertahan se-lama mungkin dengan harapan palsu sebagai obat, tapi
akhirnya kita berdua tahu kisah yang kau dan aku punya akan mati. Visi dan misi
sayangku, itulah yang terpenting untukku. Karena bagiku, visi dan misi adalah
pesawat yang kita berdua naiki. Kau bukan penumpangku, begitupun denganku, aku
bukan penumpangmu. Aku adalah pilot dan kau adalah co-pilot. Bagaimana bisa
kita terbang kalau tujuanku berbeda dengan tujuanmu?
Cinta itu memperjuangkan, namun kadang kala kita harus berhenti memaksakan
dan mulai menerima bahwa beberapa hal tidak mungkin diubah. Aku takkan
memintamu menjadi apa yang aku mau seperti kau tidak pernah memintaku menjadi
apa yang kau inginkan. Biarlah kau dan aku menjadi mengagumkan dengan cara kita
sendiri-sendiri.
Menangislah sepuasmu hari ini, salahkan aku, hingga suatu saat nanti kau
akan mengerti mengapa kau bisa tiba di satu keputusan yang meretakkan hubungan
kita berdua. Kanker memang harus membunuh hubungan ini, tapi jangan khawatir,
kau dan aku akan bermetamorfosis menjadi dua personal yang jauh, jauh lebih
kuat ketika kita berjalan masing-masing. Jangan lupa untuk kembali berdiri di
atas kedua kakimu, dan mulailah untuk berjalan lagi. Nikmati mentari yang
menyapu wajahmu, tersenyumlah, syukuri kehidupanmu yang begitu indah meski aku
tidak lagi ada di sebelahmu untuk menggenggam jemari yang sempat rapuh itu.
Pelajaran kehidupan tak berhenti saat kita berhenti bergandengan, justru
sebaliknya.. Kelak akan kau temui lagi hati yang diciptakan untuk bersebelahan
denganmu, untuk memberikanmu lebih banyak lagi pengetahuan tentang rasa
bahagia. Kau pantas mendapatkan seseorang yang benar-benar ada untukmu, bukan
sosok yang tak pernah utuh melindungimu hanya karena hidupnya sendiri belum
tertata rapi. Ada banyak mimpi yang harus kau kejar, aku pun kurang lebih sama.
Mungkin kita berdua tidak ditakdirkan untuk saling mencintai sebagai sepasang
kekasih dan di saat yang sama saling merantai satu sama lain. Mungkin kita
berdua hanya diharuskan untuk saling menyayangi sebagai sepasang sahabat dan
disaat yang sama saling memberi sayap satu sama lain.
Berbahagialah meski tanpaku..
(Makassar, 3 Januari 2014)