Jumat, 10 Januari 2014

CINTA

Kekuatan untuk mencintai adalah anugerah terbesar yang di berikan Tuhan kepada manusia, sebab kekuatan itu tidak akan pernah direnggut dari manusia penuh berkat yang mencinta.
Cinta ada di dalam jiwa sendiri, bukan di dalam raga, dan cinta itu laksana anggur. Cinta membangkitkan diri kita untuk menerima anugerah cinta Ilahi.
Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan dan yang mampu membuka pikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan.

Kemarin aku berdiri di dekat pintu gerbang sebuah tempat ibadah dan saya pun bertanya kepada orang-orang yang lewat. Mereka memiliki pemahaman yang berbeda tentang misteri dan kesucian cinta.
  • Seorang lelaki setengah baya lewat, tubuhnya rapuh wajahnya gelap. Sambil mendesah dia berkata, "Cinta telah membuat suatu kekuatan menjadi lemah, aku mewarisinya dari Manusia Pertama."
  • Seorang pemuda dengan tubuh kuat dan besar lewat. Dengan suara bagai nyanyian dia berkata, "Cinta adalah sebuah ketetapan hati yang ditumbuhkan dariku, yang menghubungkan masa sekarang dengan generasi masa lalu dan generasi yang akan datang."
  • Seorang wanita dengan wajah melankolis lewat, sambil mendesah ia berkata, "Cinta adalah racun mematikan, ular hitam berbisa yang menderita di neraka, terbang melayang dan berputar-putar menembus langit sampai dia jatuh tertutup embun, ia hanya akan di minum oleh roh-roh yang haus. Kemudian mereka akan mabuk untuk beberapa saat, diam selama satu tahun dan mati untuk selamanya."
  • Seorang gadis dengan pipi kemerahan lewat, dengan tersenyum dia berkata, "Cinta itu laksana air mancur yang airnya digunakan oleh pengantin roh untuk  dicurahkan ke dalam roh orang-orang kuat, yang membuat mereka bangkit dalam do'a di antara bintang-bintang di malam hari dan menyandungkan nyanyian-nyanyian pujian di hadapan matahari siang hari."
  • Setelah itu seorang lelaki lewat. Bajunya hitam, janggutnya panjang dengan dahi berkerut dia berkata, "Cinta adalah ketidakpedulian yang buta. Ia bermula dari ujung masa muda dan berakhir pada pangkal masa muda."
  • Seorang lelaki tampan dengan wajah bersinar dan dengan bahagia dia berkata, "Cinta adalah pengetahuan surgawi yang menyalahkan mata kita dengan menunjukkan kepada kita segala sesuatu seperti para dewa melihatnya."
  • Seorang bermata buta lewat, sambil mengetuk-ngetukkan tongkatnya ke tanah ia berkata sambil menangis, "Cinta adalah kabut tebal yang menyelubungi gambaran keberadaan darinya atau yang membuatnya hanya melihat hantu dari nafsunya yang berkelana di antara batu karang, tuli terhadap suara-suara dari tangisnya sendiri yang menggema di lembah-lembah."
  •  Seorang pemuda dengan membawa sebuah gitar, lewat sambil benyanyi, "Cinta adalah cahaya gaib yang bersinar dari kedalaman kehidupan yang peka dan mencerahkan segala yang ada di sekitarnya. Engkau bisa melihat dunia bagai sebuah arak-arakan yang berjalan melewati padang rumput hijau. Kehidupan adalah bagai sebuah mimpi indah yang di angkat dari kesadaran dan kesadaran."
  • Seorang lelaki dengan badan bungkuk dan kakinya bengkok bagai potongan-potongan kain lewat. Dengan gemetar dia berkata, "Cinta adalah istirahat panjang bagi raga di dalam kesunyian makam, kedamaian bagi jiwa dalam kedalaman keabadian." 
  • Seorang anak kecil berumur lima tahun lewat dan sambil tertawa dia berkata, "Cinta adalah ayahku, cinta adalah ibuku. Hanya ayah dan ibuku yang mengerti tentang cinta." 
Waktu terus berjalan, orang-orang terus-menerus lewat di sekitar tempat ibadah. Masing-masing mempunyai pandangan tersendiri tentang cinta. Semua menyatakan harapan-harapannya dan mengungkapkan misteri-misteri kehidupannya.
Manusia yang tidak dipilih oleh cinta sebagai pengikutnya tidak akan mendengar ketika cinta memanggil-manggil.
Cinta  adalah satu-satunya bunga yang tumbuh dan mekar tanpa bantuan musim-musim.
Cinta adalah satu-satunya kebebasan di dunia, sebab cinta membangkitkan roh saat  hukum-hukum kemanusiaan dan fenomena alam tidak dapat mengubah bagiannya.
Cinta lewat di hadapan kita, dihiasi kelembutan hati; tetapi kita lari dari padanya dalam ketakutan atau kita malahan bersembunyi di dalam kegelapan atau kita merenggutnya untuk melakukan perbuatan jahat atas nama cinta.

Cinta yang hadir di antara kenaifan dan kebangkitan anak-anak muda memuaskan cintanya dengan rasa saling memiliki dan cintanya mekar dalam pelukan-pelukan mesra. Tetapi cinta yang lahir dari pangkuan cakrawala dan telah turun bersama-sama dengan rahsia-rahasia malam tidak akan dipuaskan dengan apa pun juga kecuali dengan keabadian dan kehidupan kekal. Cinta tidak berdiri tegak dengan sikap hormat di hadapan apa pun juga, kecuali di hadapan Tuhan.

Apabila kemanusiaan dimaksudkan untuk memimpin arak-arakan cinta menuju dasar alasan ketidaksetiaan, maka di sana cinta akan menolak untuk patuh. Cinta adalah seekor burung jelita yang berharap ditangkap, namun menolak untuk disaakiti.

Kegelapan bisa menyembunyikan pepohonan-pepohona dan bunga-bunga dari pandangan mata. Tetapi kegelapan tidak dapat menyembunyikan cinta dari jiwa.

0 komentar:

Posting Komentar